IMAN, ISLAM DAN IHSAN BAGI MANUSIA

Nama : Avissa Suseno
Email :avissa.chemicalromance@gmail.com
No. Hp : 0858 1368 2453
Artikel : 1
Kelas : Jurnalistik 2 B

Ajaran Islam dibangun diatas tiga landasan yaitu akidah, syariat dan akhlak. Ajaran tersebut secara lengkap tercermin pada pribadi Nabi Muhammad Saw.  Dalam dialog antara Malaikat Jibril dengan Nabi Muhammad, disebutkan bahwa ajaran Islam itu terdiri dari iman, Islam dan ihsan. Sementara itu, istilah Islam dalam hadis Nabi Saw. adalah syariat, mengingat penjelasan tanya jawab antara Malaikat Jibril dengan beliau disebutkan “ Apakah Islam itu? lalu Nabi Saw, menjawab, “ Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan – Nya, melaksanakan shalat, membayar zakat yang diwajibkan dan berpuasa pada bulan Ramadhan.”
Sedangkan ihsan menurut Rasulullah Saw. yaitu beribadah kepada Allah, namun dalam ibadah ini tidak formalitas tetapi terpadu dengan perasaan bahwa dirinya sedang berhadapan langsung dengan Allah. Sementara itu, ihsan menurut bahasa berarti kebaikan yang memiliki dua sasaran. Pertama, memberikan berbagai kenikmatan atau manfaat kepada orang lain. Kedua, memperbaiki tingkah laku berdasarkan apa yang diketahuinya yang manfaatnya kembali kepada diri sendiri.
Al – Quran menekankan agar manusia tidak hanya berbuat ihsan kepada Allah, tetapi juga kepada sesama manusia dan seluruh makhluk – Nya. Ihsan kepada Allah adalah modal yang sangat utama untuk berbuat ihsan kepada sesama. Al – Quran sendiri telah memberikan penghargaan yang tinggi terhadap perbuatan ihsan yang dilakukan manusia dan lingkungan hidupnya seperti yang tersurat dalam ayat Al – Quran berikut:
Tidak ada balasan bagi perbuatan ihsan kecuali ihsan yang lebih sempurna.
Perbuatan ihsan itu kembali kepada diri sendiri.
Perbuatan ihsan itu tidak akan pernah sia – sia.
Kasih sayang Allah diberikan dengan mudah dan cepat kepada orang – orang yang terbiasa berbuat ihsan.
Kata iman dalam hadis Nabi Saw oleh para ulama dinamakan aqidah. Aqidah mengandung arti yang berarti ikatan, janji atau gagap (lidah). Secara terminologi aqidah berarti kepercayaan yang dianut oleh orang – orang yang beragama atau tali yang mengokohkan hubungan manusia dengan Tuhan. Manusia diwajibkan beriman kepada Allah, karena tanpa adanya keimanan dalam diri seseorang, maka Ia akan dengan mudahnya terjerumus ke dalam bisikan setan yang senantiasa menggoda. Manusia membutuhkan Allah dalam menolak berbagai bencana. Dengan adanya keimana dalam diri manusia, maka akan senantiasa mendatangkan manfaat yaitu manusia akan mampu menjauhkan diri dari segala sesuatu yang tidak dikehendaki, serta meringankan berbagai beban hidup yang memberatkan. Selain itu, manusia akan lebih mudah mengorientasikan dirinya menjadi manusia yang bertuhan, mencintau Tuhannya, serta menggerakan dirinya untuk beribadah kepada Allah dengan penuh keikhlasan.
Allah senantiasa akan memberikan balasan yang setimpal terhadap orang – orang yang beriman, berakhlak dan berihsan kepadanya. Maka dari itu, kita sebagai umat Islam, jika ingin mendapatkan pahala dari Allah mulailah untuk menjadi pribadi yang akan mendapatkan balasan berupa pahala dari Allah. Bukankah kalian ingin merasakan nikmatnya surga Allah. Dari sinilah kita harus memunculkan pribadi yang mulia yaitu yang memiliki karakter muslim. Berikut yang dimaksud dengan karakter muslim:
Tauhid, yaitu meyakini Allah, satu – satunya Tuhan yang berhak diibadahi dan meyakini Allah satu – satunya Tuhan yang memelihara alam semesta.
Ibadah, yaitu sikap bahwa hidup ini secara total adalah pengabdian yang tulus kepada Allah melalui ibadah formal yang dilakukan dengan baik, benar dan teratur maupun melalui ibadah sosial, yaitu menjalani hidup ini dengan orientasi pengabdian yang tulus kepada Allah.
Amal saleh, yaitu sikap bahwa hidup ini harus dijalani dengan kerja yang baik, benar, berkualitas.
Jujur, yaitu perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan. Dan Ikhlas, yaitu sikap bahwa hidup ini karunia Allah yangharus diterima dan dijalani dengan prinsip dari Allah, oleh Allah, untuk Allah melalui hamba.
Semoga kita semua mampu menjadi pribadi yang beriman, berislam dan berihsan agar bisa menjadi hamba Allah, kekasih Allah dan khalifahnya. Jadikanlah diri kita pribadi yang beriman dan berkhlak mulia untuk lebih bisa bertanggung jawab lagi terhadap kewajiban pribadi masing – masing dan juga kepada Allah.

 

1. Puncak Pengalaman Pertemuan Dengan Allah Itu Menjadi Hamba Allah,

Kekasih Allah dan Khalifah – Nya.

Alasan : Artikel ini berisi tentang manusia yang merupakan karya Allah yang paling sempurna.

Memberitahukan tentang kelebihan manusia diantara mahkluk yang lain dan memberikan jalan

bagaimana caranya untuk menjadi hamba Allah, kekasih Allah dan Khalifah – Nya.

2. Ada Hubungan Apa Manusia Dengan Allah

Alasan : Artikel ini berisi tentang hubungan manusia dengan Allah, disini dijelaskan pula hal –

hal yang tidak pernah saya pikirkan bahwa apakah sebelum Allah menciptakan ciptaan – Nya,

Ia sendirian atau tidak. Selain itu, artikel ini juga mendorong kita untuk memikirkan mengenai

segala bentuk macam pertanyaan yang sangat ingin kita ketahui tetapi kita belum pernah

memikirkan sebelumnya.

3. Mengetahui Allah Dan Mnejadi Hamba Allah

Alasan : Artikel ini menjelaskan tetnag keesaan dan sifat Allah, selain itu juga mendorong

manusia untuk semakin mendekatkan diri pada Allah agar bisa menjadi kekasihnya.

Menyadarkan kita supaya kita mampu bertanggung jawab akan tugas kita sebagai hamba Allah

dan tidak menjadi hamba nafsu dan setan.

4. Disiplin Bernama Tarekat Qadiriyah – Naqsyabandiyah

Alasan : Artikel ini mengulas mengenai penyebaran aliran Qadiriyah dan Naqsyabandiyah di

penjuru antero negeri salah satunya Indonesia yang juga masuk dalam wilayah penyebarannya.

Membuat kita lebih mengenal apakah yang dimaksud dengan aliran Qadiriyah dan

Naqsyabandiyah itu beserta tokoh yang menyebarkannya.

5. Manfaat dan Pentingnya Tahu, Kenal, Dekat, Bertemu Allah Dan Menjadi

Kekasih Allah

Alasan : Artikel ini menjelaskan kepada kita bahwa meskipun Allah itu merupakan sesuatu yang

abstrak, figur yang kabur atau pun sesuatu yang tidak jelas, tetapi Allah itu selalu hadir dimana

pun kita berada dan selalu dekat dengan kita, mendengarkan doa kita dan mengabulkannya.

Selain itu, artikel ini dapat menyadarkan manusia akan betapa besar manfaat dan pentingnya

mengenal Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s