MANIFESTASI IMAN, ISLAM, DAN IHSAN

Annisa Rahmah/1112051100043

Artikel 1/Jurnalistik/2B

 

Bila kita perhatikan ayat 56 surat Az-Zariyat yang artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia
melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku,” maksudnya adalah bahwa segala aktifitas manusia,
baik berupa ibadah murni atau ibadah tidak murni, hanya diniatkan dan hanya karena Allah semata.
Itulah yang dimaksud dengan ikhlas.

Setiap harinya selama minimal lima kali dalam sehari setiap salat kita selalu berikrar kepada Allah
dalam doa iftitah, “Sesungguhnya salatku, ibadahku, hidupku, dan matiku adalah untuk Allah Tuhan
seluruh alam.” Maka diharapkan dalam melakukan segala aktifitas, semua itu dilakukan karena Allah
semata.

Barang siapa yang orientasi hidupnya ditujukan kepada Allah dan Rasul-Nya, maka segala
aktifitasnya akan diabadikan untuk kepentingan Allah dan Rasul-Nya.

Setiap perbuatan baik yang dilakukan oleh seseorang harus dilandasi iman di dalam dirinya. Imanlah
yang menentukan balasan yang akan Allah berikan. Allah berjanji untuk memberikan balasan yang
terbaik di akhirat atas amal saleh yang telah dilakukan seorang mukmin.

Tanda dan ukuran yang menunjukkan benarnya iman seseorang adalah kemampuannya untuk
menginfakkan sesuatu yang dicintainya demi kepentingan agama dan masyarakat secara ikhlas. Hal
tersebut merupakan salah satu penerapan kesadaran beriman, berislam, dan berihsan.

Kebaikan adalah segala hal yang menenteramkan jiwa dan menenangkan hati pelakunya. Sedangkan
dosa atau kejahatan yaitu segala hal yang membuat hati pelakunya gelisah dan perasaannya menjadi
gundah.

Allah mengklasifikasi manusia dalam melaksanakan ajaran agama Islam ke dalam tiga kelompok,
yaitu kelompok yang zalim atau kelompok yang lebih banyak amal buruknya daripada amal salehnya,
kelompok yang banyak perhitungan dalam beramal atau kelompok yang imbang antara amal baik dan
amal buruknya, dan kelompok yang selalu di depan dalam berbuat kebaikan.

Umat Islam diciptakan untuk menjadi umat teladan bagi umat-umat yang lain, karena mereka
membawa misi dakwah, yaitu mengajak kepada perbuatan-perbuatan yang baik dan benar, serta
mencegah segala perbuatan yang keji dan mungkar.

Kelebihan umat Islam dari yang lain adalah karena mereka menjaga prinsip amar makruf nahi
mungkar, disamping keimanan yang menjadi pondasinya. Dalam menangani kemungkaran bisa
ditempuh melalui tiga cara, yaitu dengan kekuasaan atau tindakan tegas, dakwah bil-lisan (ajakan),
dan melalui pengingkaran hati. Ketiga-tiganya dialaksanakan sesuai dengan situasi dan kondisi.

Diterangkan dalam hadits Nabi saw., bahwa bila seorang mukmin membiarkan kemungkaran
merajalela di sekelilingnya, maka azab Allah akan turun menimpa seluruh anggota masyarakat yang
bersangkutan, baik yang berbuat kemungkaran maupun yang tidak.

Terbaik

1. Lima Agenda Terpenting Kajian Islam di Abad ini
Pada bacaan ini disebutkan lima point penting yang harus dilakukan umat Islam pada zaman
sekarang ini. Bacaan ini mengingatkan beberapa agenda yang wajib dikaji oleh manusia
muslim sebagai hamba Allah.
2. Problem Dasar Manusia, Krisis Spiritual dan Solusinya
Bacaan ini mengingatkan manusia mengenai permasalahan manusia serta memberikan pula
solusinya. Lewat bacaan ini kita disadarkan dan dibangkitkan kembali semangat untuk
beribadah dan beramal soleh.
3. Puncak Pengalaman Pertemuan dengan Allah Itu Menjadi Hamba Allah, Kekasih Allah, dan
Khalifah-Nya
Dalam bacaan ini dijabarkan mengenai hakikat manusia sebagai hamba Allah dan khalifah di
muka bumi. Bacaan ini mendorong kita untuk berta’awun (tolong menolong dalam kebaikan
dan takwa) dan bertausiyah (saling menasihati dalam kesabaran).
4. Urgensi dan Revelensi Pengetahuan tentang Allah dengan Kehidupan Praktis Kita Sehari-
hari, dengan Tugas, Karir, dan Masa Depan Kita.
Bacaan ini memberi tau kita mengenai keterkaitan dan keterdesakkan pengetahuan tentang
Allah yang akan membuat kita menjadi tau, sadar lalu terdorong untuk menjadi lebih baik lagi
sebagai seorang muslim.
5. Fakta yang Belum Diketahui dan Belum Terpikirkan
Bacaan ini memberi tau sekaligus mengingatkan dan menyadarkan kita mengenai hakikat
Allah. Bacaan ini mendorong untuk semangat dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s