Meyakini keberadaan Allah dan mengesakan-Nya

Qoribatul Choiriyah (1112051100055)

Jurnalistik 2B

 

Pengalaman Beriman, Berislam dan Berihsan

Meyakini keberadaan Allah dan mengesakan-Nya

Allah adalah Tuhan sesembahan bagi kita umat Islam. Dialah Tuhan pencipta

seluruh alam semesta ini, satu-satunya sesembahan yang berhak untuk disembah. Sangat

banyak sekali ayat-ayat dalam Al-Qur’an yang menunjukan tentang keberadaan Allah

ta’ala. Secara umum cara untuk mengetahui keberadaan Allah ta’ala adalah melalui tanda-

tanda kekuasaan-Nya dan melalui ciptaan-Nya.

Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah : bergantinya malam-siang, terbitnya

matahari dan bulan. Sedangkan di antara ciptaan-Nya ialah : adanya tujuh langit dan

tujuh bumi beserta segala makhluk yang ada di langit dan di bumi serta yang ada di

antara keduanya. “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang,

matahari, dan bulan. Janganlah kamu bersujud kepada matahari dan janganlah (pula

kamu bersujud) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya,

jika kamu benar-benar hanya kepadanya beribadah.” (QS. Fussilat : 37).

Dalam ayat tersebut Allah menyuruh kita untuk mengesakan-Nya dan

menyembanh-Nya. Allah melarag manusia menyembah kepada makhluk selain diri-Nya.

“Wahai manusia! Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang

yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa. (Robb) yang telah menjadikan untukmu bumi

ini sebagai hamparan dan langit sebagai atap, serta menurunkan (hujan) dari langit, lalu

dengan air itu Dia menghasilkan segala buah-buahan sebagai rizki untukmu. Karena itu,

janganlah kamu mengangkat sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mngetahui.” (surah

Al-Baqarah: 21-22).

Meyakini dengan sepenuh hati, bahwa Allah Maha Esa, tidak ada sesuatu yang

sama dengan Dia merupakan pondasi dari agama islam. Rukun islam yang pertama

adalah mengucapkan dua kalimat syahadat, yaitu : “Aku bersakasi tiada Tuhan selain

Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah”.

Kalimat yang pertama adalah pengakuan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.

Kalimat itu disebut juga ‘syahadat tauhid’, kalimat yang kedua disebut ‘syahadat rasul’

yang berarti pengakuan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah untuk membimbing

umat manusia menuju keselamatan di dunia dan di akhirat.

Dalam surat al-ikhlas disebutkan : “Katakanlah (Muhammad) ‘Dialah Allah

yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak da tidak

pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia’”. Setelah meyakini

keberadaan allah adalah esa, kitapun yakin, bahwa tidak ada yang berkuasa selain allah

yang Maha Esa. Dia memberikat nikmat yang besar bagi umat-nya untuk beragama islam

supaya mereka mempertuhankan-Nya. “Pada hari ini telah kusempurnakan untukmua

agamamu, dan telah kucukupkan kepadamu nikamt-ku, dan telah ku ridhoi islamitu

menjadi agama bagimu” (Qs.Al-Maidah : 3).

5 Pilihan Artikel

1. Manfaat dan Penting Tahu, Dekat, Bertemu Allah, dan Menjadi Kekasih

Allah

Alasan : Artikel ini,memberi tahu kita sebagai manusia kita harus berusaha

sekuat tenaga untuk bisa tahu, kenal, dekat, bertemu Allah, mencintai Allah,

dicintai Allah, dan menjadi kekasih Allah. Semua itu bisa diwujudkan

dengan cara mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Jika semua itu sudah

terwujud kita bisa merasakan betapa indahnya bisa merasakan kedekatan dan

kebersamaan dengan Allah dan merasakan nikmatnya diberi petunjuk oleh

Allah.

2. Ada Hubungan Apa Manusia dengan Allah ?

Alasan : Artikel ini menjelaskan hubungan antara manusia dengan Allah.

Pemahaman dan pengalaman pertemuan dengan Allah adalah abdiat, yaitu

menjadi hamba Allah, menjadi kekasih-Nya, dan menjadi khalifah-Nya. Ada

hubungan abdiat antara manusia dengan Allah, yaitu manusia bisa menjalin

hubungan pribadi antara Allah.

3. Mengetahui Allah dan Menjadi Hamba Allah

Alasan : Artikel ini menjelaskan tujuan Allah menciptakan manusia untuk

beribadah, menyembah Allah, menjadi hamba Allah, dan yang lebih utama

Allah menciptakan manusia menjadi khalifah-nya, dan untuk mengetahui

Allah. Manusia harus mengikuti petunjuk, mengandalkan pertolongan Allah,

dan selalu berlindung pada kekuasaan Allah.

4. Manusia Itu Hamba Allah dan Khalifah-Nya

Alasan : rtikel ini berisi tentang pengertian manusia sebagai hamba allah yang

harus mengikuti petunjuk Allah, melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhkan

larangan-Nya. Manusia juga sebagai khalifah atau wakil Allah di bumi,

manusia diberi intelligensi, yaitu kesanggupan menguasai, mengatur, dan

membimbing kehidupan alam di bumi.

5. Menjadi Hamba Allah Itu Pilihan yang Harus Diperjuangkan

Alasan : Artikel ini berisi tentang manusia yang mempertuhankan Allah itu

pilihan dari manusia itu sendiri. Dengan demikian, mengetahui, mengenal,

dekat dengan Allah, dan bertemu Allah merupakan keharusan mutlak bagi

manusia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s