TANGGUNG JAWAB MANUSIA SEBAGAI HAMBA DAN KHALIFAH ALLAH

Tria Hermalis/ 1112051100054

Artikel 1/ Jurnalisitk/ 2B

 

 

TANGGUNG JAWAB MANUSIA SEBAGAI HAMBA DAN KHALIFAH ALLAH

Sebagai seorang khalifah, apa yang dilakukan tidak boleh hanya untuk kepentingan diri pribadi dan tidak hanya bertanggung jawab pada diri sendiri saja. Oleh karena itu semua yang dilakukan harus untuk kebersamaan sesama umat manusia dan hamba Allah, serta pertanggung jawabannya pada tiga instansi, yaitu :

1.      Pertanggung jawaban pada diri sendiri.

2.      Pertanggung jawaban pada masyarakat.

3.      Pertanggung jawaban pada Allah.

 

Tanggung Jawab Manusia Sebagai Hamba Allah

Makna yang esensial dari kata ‘abd (hamba) adalah ketaatan, ketundukan, dan kepatuhan. Ketaatan, ketundukan dan kepatuhan hanya layak diberikan kepada Allah, yang dicerminkan dalam ketaatan, kepatuhan, dan ketundukan pada kebenaran dan keadilan.

Sebagai hamba, tugas utama manusia adalah mengabdi (beribadah) kepada Sang Khaliq; menaati perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

Hubungan manusia dengan Allah SWT bagaikan hubungan seorang hamba (budak) dengan tuannya. Si hamba harus senantiasa patuh, tunduk, dan taat atas segala perintah tuannya. Demikianlah, karena posisinya sebagai ‘abid, kewajiban manusia di bumi ini adalah beribadah kepada Allah dengan ikhlas sepenuh hati .

الْقَيِّمَةِ دِينُ وَذَلِكَ الزَّكَاةَ تُوا وَيُؤْ الصَّلاةَ وَيُقِيمُوا حُنَفَاءَ الدِّينَ لَهُ مُخْلِصِي اللَّهَ لِيَعْبُدُوا إِلا أُمِرُوا وَمَا

Artinya “Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya, dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” – (QS.98:5)

Tanggung jawab abdullah terhadap dirinya adalah memelihara iman yang dimiliki dan bersifat fluktuatif (naik-turun), yang dalam istilah hadist Nabi SAW dikatakan yazidu wayanqushu (terkadang bertambah atau menguat dan terkadang berkurang atau melemah).

Seorang hamba Allah juga mempunyai tanggung jawab terhadap keluarga . tanggung jawab terhadap keluarga merupakan lanjutan dari tanggung jawab terhadap diri sendiri, karena memelihara diri sendiri berkaitan dengan perintah memelihara iman keluarga. Oleh karena itu dalam al-qur’an dinyatakan dengan quu anfusakum waahlikum naaran (jagalah dirimu dan keluargamu dengan iman, dari neraka).

 

Tanggung Jawab Manusia Sebagai Khalifah Allah

Sebagai makhluk Allah, manusia mendapat amanat yang harusdipertanggung jawabkan dihadapan-Nya. Tugas hidup yang dipikul manusia dimuka bumi adalah tugas kekhalifahan, yaitu tugas kepemimpinan; wakil Allahdi muka bumi untuk mengelola dan memelihara alam.

Khalifah berarti wakil atau pengganti yang memegang kekuasaan.Manusia menjadi khalifah, berarti manusia memperoleh mandat Tuhan untuk mewujudkan kemakmuran di muka bumi. Kekuasaan yang diberikan kepadamanusia bersifat kreatif, yang memungkinkan dirinya mengolah danmendayagunakan apa yang ada di muka bumi untuk kepentingan hidupnya sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Allah.

Kekuasaan manusia sebagai khalifah Allah dibatasi oleh ketentuan-ketentuan yang telah digariskan oleh yang diwakilinya, yaitu hokum-hukumTuhan baik yang tertulis dalam kitab suci (al-qaul), maupun yang tersirat dalamkandungan pada setiap gejala alam semesta (al-kaun).

Seorang wakil yangmelanggar batas ketentuan yang diwakili adalah wakil yang mengingkarikedudukan dan peranannya serta mengkhianati kepercayaan yang diwakilinya.Oleh karena itu dia diminta pertanggungjawaban terhadap penggunaankewenangannya dihadapan yang diwakilinya, sebagaimana firman Allah dalamsurat fathir : 39.

مَقْتًۭا إِلَّا رَبِّهِمْ عِندَ هُمْ كُفْرُ ينَ ٱلْكَٰفِرِ يَزِيدُ وَلَا كُفْرُهُ فَعَلَيْهِ كَفَرَ فَمَن ٱلْأَرْضِ فِى خَلَٰٓئِفَ جَعَلَكُمْ ٱلَّذِى هُوَ

خَسَارًۭا إِلَّا كُفْرُهُمْ ٱلْكَٰفِرِينَ يَزِيدُ وَلَا

Artinya : “Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kerugian mereka belaka”.

Ketika memerankan fungsinya sebagai khalifah Allah di muka bumi, ada dua peranan penting yang diamanahkan dan dilaksanakan manusia sampai hari kiamat.

Pertama, memakmurkan bumi (al ‘imarah).

Yakni dengan mengexploitasi alam dengan sebaik-baiknya dengan adil dan merata dengan tetap menjaga kekayaan agar tidak punah, supaya generasi berikutnya dapat melanjutkan exploitasi itu.

 

Kedua, memelihara bumi dari upaya-upaya perusakan yang datang dari pihak manapun (ar ri’ayah).

Melihara bumi dalam arti luas termasuk juga memelihara akidah dan akhlak manusianya sebagai SDM (sumber daya manusia). Memelihara dari kebiasaan jahiliyah, yaitu merusak dan menghancurkan alam demi kepentingan sesaat. Karena sumber daya manusia yang rusak akan sangat potensial merusak alam. Oleh karena itu, hal semacam itu perlu dihindari.

 

Dua peran yang dipegang manusia dimuka bumi, sebagai khalifah dan‘abdun merupakan keterpaduan tugas dan tanggung jawab yang melahirkan dinamika hidup yang sarat dengan kreatifitas dan amaliyah yang selalu berpihak  pada nilai-nilai kebenaran.

Dua sisi tugas dan tanggungjawab ini tertata dalam diri setiap muslim sedemikian rupa. Apabila terjadi  ketidakseimbangan, maka akan lahir sifat-sifat tertentu yang menyebabkan derajat manusia meluncur jatuh ketingkat yang paling rendah, seperti firman Allah

تَقْوِيمٍأَحْسَنِفِي الإنْسَانَ خَلَقْنَا لَقَدْ

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia, dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” – (QS.95:4)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nama : Tria hermalis

Nim : 1112051100054

 

Judul brosur : Perjuangan mencari dan menemukan Allah

Alasan : Alasan saya memilih judul brosur ini karna kita bisa mengetahui bahwa manusia yang ingin menjadi hamba Allah harus mengetahui Allah,mengenal Allah,dekat dengan Allah,selalu bersama Allah,bertemu Allah,mencintai Allah,dan menjadi kekasih Allah. Dan kita bisa mengetahui tentang Allah bisa diperdalam sampai tidak terbatas,karna wujud Allah itu tidak ada batasnya,maksudnya Allah itu bukan statis yang mudah dicari dan gampang ditemukan.

 

Judul brosur : Problem dasar manusia krisis spiritual dan solusinya

Alasan : Alasan saya, memilih judul brosur ini karna kita dapat mengetahui bahwa manusia itu tidak luput dari kesalahan. Seperti kesalahan yang dapat menyesatkan,kesalahan yang dapat menjerumuskan kejurang penghinaan dan kehancuran. Tetapi dari brosur ini juga kita mendapatkan solusi agar manusia bisa terhindar dari kesalahan,dengan cara selalu mengingat Allah,mengenal Allah, dan mendekatkan diri kepada Allah.

 

Judul brosur :Puncak pengalaman pertemuan dengan Allah itu menjadi hamba Allah,kekasih Allah,dan Khalifahnya

Alasan : Alasan saya, memilih judul brosur ini karna kita dapat mengetahui bahwa Allah adalah sang pencipta alam semesta ini,salah satu karya Allah yang paling sempurna,paling mulia,paling tinggi derajatnya,dan sebaik-baiknya itu adalah manusia . Karna manusia yang bisa menguasai alam semesta dan segala isinya jika manusia mau dan bisa menjadi hamba Allah dan khalifahnya. Tetapi manusia bisa taat kepada Allah dan bisa melawan Allah,untuk bisa memilih menjadi hamba Allah dan memilih menjadi hamba selain Allah dengan segala resikonya. Dari brosur ini juga kita dapat mengetahui satu-satunya jalan agar manusia bisa menjadi hamba Allah dan khalifahnya dengan cara manusia harus mengetahui Allah,mengenal Allah,dekat dengan Allah,selalu bersama Allah,bertemu Allah,mencintai Allah,dicintai Allah, dan menjadi kekasih Allah.

 

Judul brosur : Mengetahui Allah dan menjadi hamba Allah.

Alasan : Alasan saya,memilih judul brosur ini karna kita belum banyak tahu tentang rasa Allah dan belum tau secara mendalam tentang rahasia wujud Allah,rahasia kekuatan Allah,rahasia ilmu Allah,rahasia kekuasaan Allah,dan rahasia Allah dalam mencipta,menguasai, mengatur, menjaga, memelihara, dan mengurus seluruh makhluknya. Dari brosur ini juga kita dapata mengetahui tujuan Allah menciptakan manusia yaitu untuk beribadah,menyebah Allah,menjadi hamba Allah, dan agar manusia menjadi khalifahnya.

 

 

Judul brosur : Manusia itu hamba Allah dan Khalifahnya

Alasan : Alasan saya, untuk memilih judul ini karna kita dapat mengetahui bahwa sebagai hamba Allah manusia diberi kesanggupan untuk memilih,menguasai,mengatur,mengerjakan,menjalani,mengalami,dan mendapat yang diinginkannya. Sebagai hamba Allah, manusia tidak dibenarkan sibuk dengan dirinya sendiri,sibuk dengan urusannya sendiri, dan sibuk dengan keperluannya sendiri. Sebagai hamba Allah,manusia harus mengikuti petunjuk Allah,manusia harus melaksanakan perintah Allah, dan manusia juga harus menuruti maunya Allah agar manusia bertauhid,bertaqwa,dan bertawakal.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s