Beriman kepada Allah SWT

Ahmad Faathir /1112051100032

Artikel 1/Jurnalistik/ 2 B

Beriman kepada Allah SWT artinya meyakini Allah sebagai Tuhan semesta alam, juga yakin akan kebenaran keberadaan para Malaikat-Nya, wahyu-Nya (kitab-kitab Allah), para rasul-Nya, hari akhir, dan Qodho dan Qadar Allah SWT bagi setiap manusia. Pembenaran atas semua itu harus diikuti dengan tindakan nyata, sebagai pengamalan atas keimanan tersebut. Iman kepada Allah SWT merupakan fitrah manusia. Artinya, pada hakikatnya seluruh umat manusia mempercayai adanya Allah SWT dan mengakui-Nya sebagai Tuhan. Pengamalan keimanan kepada Allah harus diikuti dengan pembenaran atas firman-firman-Nya, yang kini tertuang dalam Al-Quran, sekaligus mengamalkan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. Minimal, seorang mukmin harus membuktikan keimanannya dengan mengerjakan shalat lima waktu. Karena, dalam sebuah hadits disebutkan, pembeda antara seorang mukmin/Muslim dan kafir adalah shalat. Dari shalat, jika dikerjakan dengan khyusu, maka akan tercipta kondisi diri yang benar-benar tunduk kepada Allah SWT.

Berislam yang baik adalah mengiringin iman dengan amal shalih. Artinya, imam seseorang membutuhkan pembuktian, yaitu dengan merealisasikan kandungan iman tersebut. Artinya, iman itu bukan hanya angan-angan kosong, tetapi hakikat iman itu adalah apa yang tertanam dalam hati dan dibuktikan dengan amal perbuatan. Sehingga, seorang muslim yang baik adalah yang benar imannya dan baik amal perbuatannya. berIslam yang baik adalah tidak menjadi munafik. Sebab, orang munafik adalah seseorang yang menampakkan keIslaman, namun memendam kekafiran. Ini sebagai taktiknya untuk mencari aman saja. Kala bersama-sama kaum muslimin, seolah-olah ia seorang muslim. Sebaliknya, ketika ia berkumpul dengan musuh-musuh Islam, maka nampakkan jati dirinya yang sebenarnya. Maka, menjadi muslim yang baik adalah tidak menjadi seorang munafik.

Kepentingan diri berihsan ialah prinsip etika yang mengatakan bahawa apabila orang-orang bertindak untuk melanjutkan kepentingan orang-orang lain, atau sekurang-kurangnya kepentingan kumpulan atau kumpulan-kumpulan yang mereka merupakan sebahagian, orang-orang itu pada akhirnya akan berkhidmat untuk kepentingan diri. Konsep ini sering dinyatakan oleh kepercayaan bahawa seorang individu

Lima Brosur Pilihan

a. Judul : Jalan Terdekat menuju Allah

b. Judul : Perhatikanlah!

c. Judul : Perjuangan Mencari dan Menemukan Allah

d. Judul : Mengetahui Allah dan menjadi Hamba Allah

e. Judul : Manusia itu Hamba Allah dan KhalifahNya

            Alasan saya memilih 5 judul ini adalah karena kelimanya mempunyai persamaan dalam bacaannya. Yaitu kelimanya membahas bagaimana kedudukan manusia sebagai hamba Allah, KhalifahNya  muka bumi ini. Untuk menjadi hamba Allah,  dan KhalifahNya maka kita harus terlebih dahulu mengenal Allah, mengetahui Allah itu apa? Siapa? Dan dimana? Dan mengenal dekat dengan Allah dan bertemu Allah merupakan suatu keharusan bagi manusia. Cara terbaik  dalam menjalin hubungan pribadi dengan Allah adalah dengan cara tauhid, bertakwa dan bertawakkal dalam menjalankan hidup ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s