[Muhammad Zaeni Dahlan] Bermusyahadah (Bersaksi) bahwa Allah adalah Tuhan Kita dengan jalan Taqwa

Muhammad Zaeni Dahlan (1112051100030)
Artikel 2/Jurnalistik 2B
Pada awalnya kita merefleksikan ke-Imanan, ke-Islaman dank ke-Ishsanan melalui Asma-asma Allah, bahwsanya segala ciptaan Allah Ta’ala yang ada ini (makhluqaat) adalah maujud dari Asma-asma Allah. Kesadaran kita bahwa semua ini adalah refleksi dari Asma Allah akan melahirkan Penyaksian Luhur (Musyahadah) kepada Allah melalui Asma-Nya.
Musyahadah/Bersaksi adalah nampaknya Allah SWT kepada hamba-Nya dimana seorang hamba itu tidak melihat apapun di dalam beribadah ini adalah dalam pengertian umum, melainkan ia hanya berkeyakinan bahwa dirinya itu telah berhadapan secara langsung kepada Allah Ta’ala. Akibatnya dia tidak lagi memperhatikan apa-apa di dalam beribadah, karena saking asiknya dia berkeyakinan bahwa Allah Ta’ala itu telah berada disampingnya, maka dirinyapun tidak diperhatikan lagi. Musyahadah itu sangat di butuhkan, karena segala peristiwa atau kejadian yang pertama ditanyakan ialah adanya penyaksian atau saksi. Oleh sebab tingkatnya dari pada yang kedua. Kemudian dilihat dari segi bahasa musyahadah itu berasal dari rumnun kata Syahida-Syaahada, yakni bersaksi atau menyaksikan. Maka dari itu belum bisa dikatakan sebagai seorang penganut islam, bila orang tersebut belum menyatakan dua kalimat syahadat.
Dikalangan para sufi tingkatan Musyahadah itu dinamai dengan melalui pintu mati. Adapaun arti mati disini bukanlah suatu pengertian yang sebenarnya seperti layaknya keluarnya ruh dari jasad seseorang. Tetapi kata mati disini mempunyai pengertian mematikannya hawa nafsu yang mana bersama dengan itu telah hidup sebuah hati.
Untuk memahami pengertian dan makna taqwa yitu berasal dari kata “Taqwa” adalah mengambil tindakan penjagaan dan juga memeliharadiri dari sesuatu yang ganggu dan juga memadlaratkan. Akan tetapi menurut syara’ “Taqwa” itu berarti menjaga dan memelihara diri dari siksa dan murka Allah dengan jalan melaksanakan perintah-perintah-Nya serta menjauhi semua larangan-larangan-Nya, menjauhi semua kemaksiatan dan …taat kepada Allah SWT.
Sebagaimana dengan firman Allah berkenaan dengan takwa tersebut di atas yaitu : Artinya :
“Sesungguhnya orang-orang yang paling mulia di antara kamu sekalian di sisi Allah adalah orang yang paling ber- taqwa”. Rasulullah saw. pernah ditanya oleh seseorang : “Wahai Rasulullah saw. siapakah keluarga Muhammad itu?.
Rasulullah saw, menjawabnya : “Orang yang bertaqwa kepada Allah SWT. dan taqwa itu merupakan suatu kumpulan perbuatan baik, sedangkan esensinya adalah selalu taat kepada Allah SWT. supaya sadar dan terhindar dari siksa-Nya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s