ROH MANUSIA DENGAN ALLAH

Avissa Suseno/0858 1368 2453/:Avissa.chemicalromance@gmail.com/ 1112051100042

Artikel 2/ Jurnalistik/ 2 B

 

Hubungan antara roh manusia dengan Allah adalah hubungan yang berlangsung secara sadar. Mekanisme yang mengatur hubungan roh dengan Allah itu bukan sistem syahwat dan sistem syahwat, yang bekerja mengikuti sunnah – sunnah Allah di bidang fisika, kimiawi dan biologis, mekanisme yang bekerja otomatis. Mekanisme hubungan roh dengan Allah itu diselenggarakan oleh sistem pikir dan sistem akhlak, yaitu sistem yang bekerja berdasarkan sunnah Allah yang bersifat penilaian, murni rohaniah. Mekanisme hubungan roh manusia dengan Allah berlangsung dalam tiga tahap, yakni :

  1. Tahap zikrullah, yaitu menghadirkan suatu bangunan intelektual tentang Allah dalam pikiran. Bangunan intelektual tentang Allah yang ada dalam pikiran seseorang sewaktu berzikir itu tergantung kepada proses penalarannya.

  2. Penilaian benar – salah dan baik – buruk. Pada tahap ini memilih yangbenar dan menolak yang salah serta mengikuti yang baik dan membuang yang buruk, maka roh memerlukan ukuran untuk menilai dan menimbangnya. Disinilah letaknya ilmu pengetahuan tentang sunnah dan petunjuk Allah yang merupakan fungsi sistem pikir.

  3. Pelaksanaan amal, yaitu tahap pelaksanaan tugas manusia sebagai khalidah di bumi, maka manusia akan berhadapan dengan makhluk lain. Tugas sebagai khalifah terhadap makhluk lain dan terhadap alam.

Jika seseorang merasa bangga bahwa apa yang diperolehnya adalah hasil keringatnya sendiri dan berkat keuletan dan kelihaiannya, maka jelaslah Ia dalam keadaan tidak sadar. Sekiranya orang itu dalam keadaan sadar maka tentulah Ia mengerti bahwa segala sesuatu yang diperolehnya adalah akibat dari sesuatu yang berproses menurut sunnah Allah dan dalam kondisi dan situasi yang ditetapkan Allah untuk memungkinkan hal yang terjadi demikian. Jika seseorang mengalami sukses maka seyogyanya Ia bersyukur kepada Allah, karena suksesnya itu adalah akibat dari proses sunnah Allah dan karena izin Allah.

Dalam keadaan tidak sukses, seharusnya seseorang itu harus tetap bersikap sabar, bahwa hal itu adalah keputusan Allah baginya. Oleh sebab itu, lebih baik menyerahkan segala persoalan itu kepada Allah, tawakkaltu ‘alallaahi. Roh haruslah menyadari keadaannya sebagai suatu persona, makhluk tersendiri terpisah dari badannya. Roh harus berada dalam keadaan sadar bahwa makhluk adalah ciptaan Allah Yang Maha Kuasa, setiap makhluk hanya tunduk kepada sunnah dan kehendak Allah. Mustahil sunnah Allah mengikuti hawa nafsu setiap makhluk. Roh harus berorientasi kepada Allah dan ridha – Nya bukan kepada diri dan nafsunya sendiri atau kepada selain Allah.

Roh menyimpan pengetahuannya tentang sunnah dan petunjuk Allah dalam sistem pikirnya, sedang tata nilai prinsip – prinsip manusiawi itu tertanam dalam sistem akhlak atau hatinya. Oleh sebab itu, penting sekali untuk memurnikan pengetahuan dan tata nilai manusiawi dalam sistem pikir dan sistem akhlak.

Tugas sebagai khalifah terhadap alam, selain terhadap iblis dan manusia sebetulnya relatif masih lebih mudah, karena makhluk yang demikian itu tunduk tanpa kebebasan memilih kepada sunnah Allah. Tetapi kedua makhluk lain sangat sukar menghadapinya yaitu iblis dan manusia, karena keduanya tunduk keada sunnah Allah yang bersifat penilaian dengan kebebasan memilih. Iblis adalah makhluk ghaib karena jasadnya terbuat dari api yang sangat panas sehingga tidak terdapat indera. Iblis itu ghaib, sehingga tidak dapat dikuasai secara jasadiah. Misalnya : seseorang yang menangisi nasibnya yang selalu dirundung masalah, maka pastilah Ia lupa atau tidak kenal baik kepada Allah atau hubungannya dengan Allah telah terputus. Dan itulah hasil pekerjaan iblis yang sedang berusaha menggelorakan nasfsu sedihnya sehingga orang itu tidak lagi berorientasi kepada Allah, tetapi kepada kesedihannya. Kedua, manusia sendiri. Hubungan antara sesama manusia adalah hubungan yang sangat menetukan dan juga sangat rawan. Manusia dapat menjadi syaitan dan bisa pula menjadi kawan sesama mukmin. Allah melimpahkan rahmat – Nya kepada alam semesta itu juga berdasarkan sunnah – Nya bahwa umat itu satu. Allah melimpahnya ilmu – Nya melalui pertukaran pikiran dan pengalaman antara sesama manusia dan amal besar anya dapat berlangsung dengan kerja sama umat. Jadi dalam rangka meraih rahmat Allah hubungan antara sesama manusia itu adalah suatu keharusan dan suatu sunnatullah.

Berbeda dengan pertarungan antara roh manusia dengan iblis yang berlangsung di bidang rohaniah, maka pertanrungan dengan syaitan manusia berlangsung sekaligus, baik di bidang fisik – badaniah maupun rohaniah. Pertarungan melawan setan manusia memerlukan kekuatan yang lebih besar yaitu kekuatan untuk mengangkat ke tingkat sadar,zikr dan ketingkat hubungan dengan Allah, dengan sunnah dan petunjuk Allah dan kekuatan untuk menggerakan alam fisik – badaniah sesuatu dengan sunnah dan petunjuk Allah. Istiqamah hanya mungkin jika kesadaran atau sistem pikir dan sistem akhlak dari roh telah mencapai tingkat penguasaan penuh terhadap sistem indera dan sistem syahwat.

Jiwa yang istiqamah itu menyadari betul bahwa pengorbanan harta dan badaniah (mati) di jalan Allah itu tidaklah berarti apa – apa jika dibandingkan dengan nikmat di sisi Allah berdasarkan catatan pahala. Jiwa yang istiqamah itu menilai sangat bodoh sekali seseorang yang menghabiskan seluruh waktunya untuk memenuhi kebutuhan syahwatnya dan melupakan hubungannya dengan Allah. Padahal yang di sisi Allah itu lebih berharga dan kekal. Jadi mekanisme pokok dari hubungan antara roh dengan Allah ialah zikr sebanyak mungkin untk mengangkat seriap soal ke alam sadar, menilai setiap soal dengan sunnah dan petunjuk Allah dan selalu memurnikan kriteria kebenaran, kebaikan yang dipakai oleh sistem akhlak, serta istiqamah salam pelaksanaannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s