[Indah Permata Sari] KESALEHAN DUNIA DAN AKHIRAT

Indah Permata Sari/ (1112051100051) /indahadnii@yahoo.co.id/ 08979032393

Artikel 2/ Jurnalistik/ 2B

 Sesungguhnya wujud Allah itu nyata. Tidak ada yang lebih nyata dari Allah. Tapi banyak manusia yang begitu sombong dan buta akan kekuasaan Allah sehingga mereka menganggap Allah itu tidak ada. Alam semesta beserta isinya manusia, hewan, tumbuhan dan lainnya juga nyata, bagaimana mungkin Allah yang merupakan pencipta dari seluruh alam ini tidak nyata?

Karena kesombongan manusia inilah yang menyebabkan mereka tidak ingin mengenal Allah, mereka melupakan Allah, mereka semakin jauh dari Allah. Tetapi Maha Pengasih Allah dan Maha Pengampun Allah sehingga mereka-mereka yang jauh dari Allah masih dibukakan pintu maaf baginya oleh Allah asalkan mereka bertobat dengan sungguh-sungguh meminta maaf kepada Allah dan berjanji hanya kepada Allah mereka menyembah dan hanya kepada Allah mereka memohon ampun.

Manusia diciptakan Allah untuk menyembah-Nya dan menjadi Khalifah di Bumi. Dalam menjalani tugasnya di muka bumi, manusia haruslah beramal saleh. Seseorang yang beramal saleh adalah seseorang yang memelihara ciptaan Allah agar tetap lestari, berfungsi dan bermanfaat bagi dirinya dan orang banyak.

Makna kesalehan tidak hanya merujuk untuk kesejahteraan akhirat (kesalehan akhirat) tetapi juga kesalehan dunia dan akhirat didampingi kesalehan individu dan sosial. Semua kesalehan itu harus berjalan beriringan untuk mendapatkan kesejahteraan dunia dan akhirat.

Ada orang yang hanya mementingkan kesalehan dunia dengan berfoya-foya, bersenang-senang, melakukan kemaksiatan dan tidak ingat akan Allah. Tentu orang seperti ini sangat salah. Ada juga orang yang hanya mementingkan kesalehan akhirat dengan rajin beribadah melakukan kegiatan di masjid tetapi ia tidak memperhatikan kehidupan di luar masjid misalnya ia orang yang sangat kaya membangun masjid begitu mewahnya tetapi saudara dan tetangganya hidup miskin dan ia tidak membantu saudaranya itu. Contoh tersebut menandakan ada orang-orang yang hanya megejar salah satu jenis kesalehan padahal Allah memerintahkan manusia untuk memelihara ciptaan Allah. Bukankah manusia itu ciptaan Allah? Karena itu kita sesama manusia harus saling mensejahterakan, saling menjaga, saling memelihara, saling menghormati.

Tetap kegiatan utama kita adalah beribadah kepada Allah tetapi janganlah kita buta akan kesejahteraan sesama. Manusia harus bisa menjalankan kesalehan dunia dan akhirat secara bersamaan agar mendapatkan kesejahteraan di dunia dan akhirat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s