ISLAM ITU SUNNATULLAH DAN KHALIFAH

Avissa Suseno/0858 1368 2453/:Avissa.chemicalromance@gmail.com/ 1112051100042 Artikel 2/ Jurnalistik/ 3B

Selain Allah adalah makhluk, dan tidak ada Tuhan selain Allah. Setiap makhluk itu adalah ciptaan Allah dan setiap ciptaan  Allah itu hanya tunduk kepada Allah saja. Tidak ada makhluk yang tunduk kepada makhluk. Jika seseorang melempar jambu, kemudian jambu itu berguguran ke tanah. Buah jambu itu  berjatuhan ke tanah bukan karena tunduk atau takut kepada si anak. Buah jambu itu berguguran ke bawah karena takut kepada Allah, karena tunduk kepada sunnatullah gaya tarik magnetik bumi.

Dari pernyataan itu dapat diambil kesimpulan lain yaitu ada makhluk yang tunduk kepada Allah dengan kemauan sendiri, dengan sukarela dan ada pula maakhluk yang tunduk kepada Allah karena terpaksa. Suatu makhluk dikatakan tunduk secara terpaksa apabila makhluk itu tidak mempunyai pilihan lain selain dari pada melaksanakan satu cara atau jalan yang diberlakukan Allah kepadanya. Tidak ada makhluk yang dapat membangkang dari Allah. Tidak satupun manusia atau syaitan sekalipun yang dapat membangkang kepada sunnatullah itu. Tidak ada manusia  yang tidak mati, walaupun dia tidak mau, walaupun manusia itu berusaha bagaimanapun juga, sekalipun berobat kepada dokter yang paling ahli diseluruh dunia. Manusia hanya boleh memilih antara dua jalan yang telah disediakan Allah baginya, jalan yang buruk atau jalan yang baik, jalan ke neraka atau jalan ke surga. Tidak ada manusia yang waras otaknya menginginkan sakit. Jasad itu tunduk kepada sunnahtullah eksakta yang menjadi sasaran penelitian para ahli kesehatan.

Yang tunduk kepada sunnatullah huda, yang bersifat pilihan itu adalah roh manusia, bukan jasadnya. Roh manusia itu adalah makhluk hidup, maka ikhtiar atau tingkah lakunya bertujuan, sama seperti makhluk hidup lainnya, seperti tumbuh – tumbuhan dan binatang. Tetapi takdir roh manusia dengan takdir roh tumbuhan. Sel – sel yang membangun jasad manusia itu juga makhluk hidup, tetapi roh manusia itu bukanlah tumpukan dari roh sel – sel jasadnya. Roh manusia adalah satu makhluk tersendiri yang kejadiannya disempurnakan oleh Allah, lebih sempurna dari pada roh tumbuhan. Sesungguhnya Allah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik – baiknya.

Untuk memungkinkan manusia itu menjalankan fungsinya sebagai khalifah, maka Allah mengajarkan kepada manusia itu sebagian daripada ilmu – Nya tentang sunnatullah dan takdir berbagai makhluk. Untuk dapat menerima ilmu itu, maka Allah menyempurnakan takdir manusia itu dengan sistem akhlak dan sistem pikir dengan otak dan hati dengan kadar yang cukup. Sistem pikir dan sistem akhlak yang merupaka bagian dari pada takdir mansuai itulah yang memungkinkan mansuai menerima ilmu pengetahuan dari Allah. Makhluk itu hanya dapat menunduki sunnatullah kalau kejadiannya dilengkapi dengan alat atau perlengkapan untuk menunduku sunnatullah itu. Makhluk itu menunduki suatu sunnatullah sesuai dengan takdirnya. Allah itu tidak akan membebani sesuatu diri manusia kecuali sesuai dengan kemampuan dirinya.

Roh manusia itu berbeda takdirnya dengan makhluk lain, maka manusia itu rohnya tunduk kepada sunnatullah dan kepada yang lain juga. Bahwa takdir manusia itu telah disempurnakan Allah dengan sistem pikir dan akhlak yang berfungsi untuk menerima ilmu pengetahuan dari Allah dan untuk membedakan antara yang benar dengan yang salah dan antara yang baik dengan yang buruk. Sunnatullah yang berlaku bagi manusia itu (rohnya) bernama Islam, suatu sunnatullah yang sesuai dengan takdir manusia itu. Perlu pula ditegaskan kembali bahwa manusia dan syaitan yang kafir itu bukanlah membangkang dalam arti menolak untuk menjelaskan sunnatullah. Manusia dan syaitan yang kafir itu artinya manusia dan syaitan yang memilih jalan yang salah, padahal Allah dan rasulnya telah menunjukkan kepadanya jalan yang benar dan baik. Bahkan Allah telah mengancam mereka dengan siksa yang pedih jika memilih jalan ke neraka dan Allah telah memberi kabar gembira akan diberi nikmat y ang kekal di surga bila memilih jalan yang benar.

Jadi, Islam itu adalah sunnatullah yang berlaku bagi makhluk yang bernama jin dan manusia, makhluk yang kejadiannya telah disempurnakan dengan sistem pikir dan akhlak, dengan otak dan hati.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s