Kebahagiaan dengan Kesenangan atau Ketenangan

INDAH PERMATA SARI (1112051100051)

 ARTIKEL 3/ JURNALISTIK/ 2B

Setiap manusia menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya, di manapun ia berasal. Orang miskin, kaya, anak kecil, dewasa, tua, guru, mahasiswa, bahkan pelaku kejahatan menginginkan kebahagiaan. Tetapi di dalam kehidupan ini, ada dua tipe cara manusia mencari kebahagiaan. Yang pertama mereka yang mencari kebahagiaan dengan kesenangan, lalu yang kedua mereka yang mencari kebahagiaan dengan ketenangan.

Pertama, kebanyakan manusia mencari kebahagiaan dengan tipe ini. Mereka mencari kebahagiaan hanya untuk kesenangan sesaat. Mereka merasa bahwa kesenangan yang mereka dapatkan itu adalah prioritas utama karena mereka berfikir “hidup hanya sekali, maka nikmatilah hidup”. Padahal setelah kehidupan di dunia ada lagi kehidupan abadi yaitu di akhirat, surga dan neraka. Mereka yang hanya mencari kesenangan hidup sudah pasti akan hidup abadi di neraka. Allah berfirman,” …kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan” (al-Imran(3):185). Mereka yang hidup seperti ini, hanyalah orang-orang yang mencari kesenangan dunia, harta, nafsu, pangkat, kekuasaan dan kesenangan sementara lainnya. Sesungguhnya Allah membenci orang-orang yang lupa akan tugas mereka sebenarnya yaitu menjadi Khalifah di Bumi. Sesunguhnya Allah mencintai hambanya yang patuh dan membenci umatnya yang ingkar dan seluruh makhluk akan mengikuti perintah Allah. Potensi kecintaan seluruh makhluk kepada seorang hamba yang dicintai Allah s.w.t itu telah dinyatakan oleh sebuah Hadits Shahih riwayat Bukhari dan Muslim: Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a berkata: Rasulullah s.a.w bersabda: Apabila Allah s.w.t mencintai seorang hamba niscaya memanggil Jibril a.s dan berfirman: Sesungguhnya Aku mencintai Fulan, oleh karena itu cintailah dia. Baginda Nabi s.a.w bersabda: Lalu Jibril mencintainya. Kemudian Jibril menyeru ahli langit dengan berkata: Allah telah mencintai Fulan, maka cintailah dia, sehingga semua ahli langit mencintainya. Baginda Nabi s.a.w bersabda: Kemudian orang tersebut diterima oleh semua golongan yang berada di muka bumi. Apabila Allah s.w.t memurkai seorang hamba, niscaya Dia juga akan memanggil Jibril a.s dan berfirman: Sesungguhnya Aku benci orang tersebut, oleh karena itu bencilah dia. Baginda Nabi s.a.w bersabda: Lalu Jibril membencinya. Kemudian Jibril menyeru ahli langit dengan berkata: Allah telah membenci orang tersebut, maka kamu semua membencilah kepadanya, sehingga semua ahli langit membencinya. Kemudian dia dibenci oleh semua penghuni bumi. (HR Bukhari dan Muslim).

Kedua, manusia yang mencari kebahagiaan lewat ketenangan. Sesungguhnya mencari ketenangan sangatlah mudah berguna bagi kehidupan manusia. “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang” (QS ar-Ra’du:28). Ketenangan adalah kebahagiaan yang mutlak, karena lewat ketenangan ini kita akan selalu mengingat Allah, selalu dekat akan Allah dan selalu merindukan akhirat sehingga kita akan rajin beribadah untuk mencapai impian kita itu. Ketenangan juga sangat diperlukan dalam menjalani hidup saat bertemu orang-orang yang dzalim kepada kita, di saat kita diberi cobaan oleh Allah SWT. Marilah kita sebagai manusia carilah kebahagiaan yang benar, yang sejatinya kebahagiaan hanya untuk Allah karena sesungguhnya kebahagiana yang abadi adalah tempat di akhirat nanti di sisi-Nya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s