ALLAH MENCIPTAKAN MANUSIA TUJUANNYA UNTUK BERIBADAH, MENYEMBAH ALLAH, DAN MENJADI HAMBA ALLAH

Artikel 1 awal Mei 2013

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM 

Allah menciptakan manusia tujuannya untuk beribadah, menyembah Allah, dan menjadi hamba Allah. Allah berfirman Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku (QS.51:56).

Menyembah Allah itu maksudnya mepertuhankan Allah yang bisa dilakukan dengan cara menuruti mau-Nya Allah, mengikuti petunjuk Allah, melaksanakan perintah Allah, dan menjauhi larangan-Nya

Itulah sebabnya, Allah melarang manusia menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuahannya. Allah melarang manusia menyembah hawa nafsunya. Allah memerintahkan manusia agar menyerahkan dirinya pada Allah dengan cara tunduk, patuh, dan taat pada Allah (Islam). Allah memerintahkan agar manusia menuruti mau-Nya Allah, mengikuti petunjuk-Nya, dan melaksanakan perintah-Nya (taqwa). Orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya, dan orang yang menuruti hawa nafsunya, pasti dikuasai dan diperbudak oleh hawa nafsunya, atau menjadi budak nafsu.

Oleh sebab  itu, Allah melarang manusia mempertuhankan hawa nafsunya, menyembah hawa nafsunya, atau menuruti dan mengikuti hawa nafsunya, karena jika manusia menuruti hawa nafsunya, maka manusia menjadi seperti binatang ternak. Allah menjelaskan: “Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya. Maka Apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? Atau Apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)” (QS.25:43-44).

Allah juga melarang manusia menyembah syetan, karena setan itu musuh manusia yang nyata, yang selalu berusaha merusak dan menyesatkan manusia. jika manusia menyembah setan, maka manusia pasti dikuasai dan diperbudak syetan, dn manusia pun menjadi budak setan. Allah berfirman:. Bukankah aku telah memerintahkan kepadamu Hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu. Dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus. Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka Apakah kamu tidak memikirkan ?” (QS.36:60-62).

Sebelum menjadi hamba Allah, manusia menjadi hamba nafsu, setan, dan thaghut, yaitu segala sesuatu selain Allah yang dipertuhan, dipatuhi, dan ditaati kemauannya.

Allah melarang manusia menjadi hamba nafsu-keinginan ego, setan dan thaghut-segala sesuatu selain Allah yang dipertuhan-disembah.

Maunya Allah manusia menjadi hamba Allah, karena hanya hamba Allah yang bisa menjadi kekasih Allah, dan hanya kekasih Allah yang bisa menjadi khalifah-Nya, yaitu wakil Allah di muka bumi.

Hamba Allah adalah orang yang menyadari statusnya sebagai hamba Allah dan kedudukannya sebagai khalifah.

Hamba Allah adalah orang yang bisa mengetahui, membenarkan, mengakui dan menyadari bahwa kekuatannya adalah kekuatan Allah, ruhnya adalah ruh Allah, dan wujudnya adalah miliki Allah, berasal dari Allah, pinjaman dari Allah, bergantung pada Allah, dan kembalinya juga  kepada Allah.

Hamba Allah adalah orang bisa merasakan kedekatan dengan Allah, dan merasakan kebersamaan dengan Allah sebagai dasar wujudnya, sumber kekuatannya, tempat bergantungnya, tempat kembalinya, dan tumpuan harapannya.

Hamba Allah adalah orang yang bisa merasakan dan mengalami pertemuan dengan Allah melalui Qudrah, Iradah, dan ilmu-Nya, sehingga ia bisa merasa satu kekuatan dengan kekuatan Allah, satu kehendak dengan kehendak Allah, satu pengetahuan dengan pengetahuan Allah (merasa bisa mengetahui dengan pengetahuan Allah, bimbingan Allah dan petunjuk Allah).

Hamba Allah adalah orang yang yakin bisa mendapatkan jalkan keluar dari Allah, rizki dari arah yang tidak diketahui, dan urusannya dimudahkan Allah, dan yakin sepenuhnya bahwa kebutuhannya dicukupkan Allah (QS. 65:3-4).

Semoga Allah memberi kita kekuatan dan kesanggupan serta memudahkan kita untuk bisa menjadi hamba Allah, kekasih Allah, dan khalifah-Nya yaitu wakil Allah di muka bumi. Amin

Jakarta, 5-5-2013

S. Hamdani

CATATAN PERHATIAN:

Informasi lebih lanjut bisa diakses melalui internet dengan alamat webs: kajianliqa’allah.webs.com

atau klik kata kunci Pusat Kajian Liqa’ Allah, atau bisa copy kumpulan brosurnya, dan mengikuti program kajiannya, email: hamniah@gmail.com/08158824119

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s