ALLAH MENGHENDAKI DAN MEMERINTAHKAN AGAR MANUSIA BERTAUHID, BERTAQWA, DAN BERTAWAKAL

Artikel 2 Mei 2013

  BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAHIIM

 Inti ajaran Islam adalah tauhid, yaitu keyakinan pada ke-Esa-an Allah baik dari segi Af’al (Perbuatan), Asma’ (Nama), Sifat, dan Dzat-Nya. Dengan kata lain, orang yang bertauhid adalah orang yang meyakini ke-Esa-an Allah baik dari segi Af’al, Asma’, Sifat, maupun Dzat-Nya

  1. Allah menghendaki dan memerintahkan agar manusia bertauhid (QS.112:1).Konsekuensi logis bertauhid itu jumlahnya tak terbatas dan smuanya bisa mengantarkan manusia untuk mengetahui Allah yang sebenarnya menurut Allah sendiri yang bisa kita ketahui melalui al-Qur’an
  2. Dengan bertauhid manusia bisa mengenal Allah yang sebenarnya, manusia juga bisa merasakan kedekatan dengan Allah (Qurbah. QS. 2:186), manusia bisa merasakan kebersamaan dengan Allah (Ma’iyah. QS. 57:4), manusia bisa bertemu Allah (Liqa’ Allah. QS. 29:5), dan manusia juga bisa mencintai Allah dan menjadi kekasih Allah (Mahabbah. QS. 3:30)
  3. Dengan bertauhid manusia bisa menjalin hubungan pribadi dengan Allah, manusia bisa berdialog dengan Allah, dan manusia juga berkomunikasi dengan Allah. Allah berkomunikasi dengan manusia melalui bahasa tersurat yaitu kitab suci al-Qur’an, melalui bahasa tersirat yaitu kitab kauniyah –alam semesta, melaui bahasa pikiran, perasaan, dan pengalaman
  4. Dengan bertauhid Uluhiyah (meyakini Allah sebagi Tuhan yang sebenarnya), dengan bertauhid Rububiyah (meyakini Allah sebagai satu-satunya Pecipta, pemilik, penguasa, penjaga, pemelihara, pengurus, dan yang mengurus seluruh ciptaan-Nya), dengan bertauhid Ubudiyah (keyakinan Allah sebagai satu-satunya yang paling berhak disembah) kita bisa mengetahui dan mengenal Allah yang sebenarnya menurut Allah sendiri
  5. Dengan bertauhid hauqalah (meyakini tidak ada kekuatan kecuali kekuatan Allah, QS. 18:39; Sabda Rasulullah: “Laa haula walaa quwwata illa billah”), dengan bertauhid shamadiyah (meyakini Allah sebagai satu-satunya tempat bergantung (QS. 112:2), dan dengan bertauhid al wujud (meyakini Allah sebagai satu-satunya wujud yang mutlak, Qs. 42:11; yang tak terbatas, QS. 4:126; dan yang Esa , QS. 112:1) kita bisa merasakan dan mengalami pertemuan dengan Allah di dunia ini
  6. Dengan bertauhid manusia bisa merasa satu pengetauan dengan pengetahuan Allah
  7. Dengan bertauhid manusia juga bisa merasa satu wujud dengan wujud Allah, karena wujud Allah itu wujud yang mutlak (QS. 42:11), wujud Allah itu tidak terbatas dan wujud Allah itu meliputi segala sesuatu (QS. 4:126), wujud Allah itu berada di mana-mana (QS. 2:115) dan sekaligus tidak berada di mana-mana (QS. 42:11)
  8. Dengan bertauhid manusia bisa merasa tidak bisa berdiri sendiri, serta terpisah dan terlepas dari kekuatan Allah yang tak terbatas, karena yang bisa berdiri sendiri secara independen (Qiyamu Binafsihi) memang hanya Allah
  9. Wujud Allah yang tidak terbatas itu juga tidak terbagi, dan wujud Allah itu juga tidak terdiri dan tersusun dari bagian-bagian
  10. Wujud kekuatan Allah itu juga tidak terbatas dan juga tidak terbagi. Karenanya, kakuatan Allah itu memenuhi diri kita, memenuhi jiwa raga kita, memenuhi jiwa raga semua orang dan juga memenuhi alam semesta
  11. Oleh sebab itu, manusia yang bisa menyadari kebenaran kenyataan di atas pasti bisa merasa bisa hidup, bergerak, dan beraktifitas dengan kekuatan Allah yang tak terbatas. Pengalaman bertauhid yang demikian bisa menguatkan jiwa raga orang yang mengalaminya sehingga dia bisa merasa optimis, marasa percaya diri (PD), dan yakin sepenuhnya bhwa harapannya bisa terwujud degan kekuatan dan pertolongan Allah
  12. Dengan bertauhid manusia juga bisa merasa digerakkan, dibimbing, ditolong, dan dilindungi Allah
  13. Karenanya, manusia juga bisa merasakan cinta Allah kepada manusia, juga kasih sayang Allah kepada manusia berupa pemberian karunia dan nikmat-Nya yang tiada terhitung banyaknya (QS. 14:34)
  14.  Allah menghendaki dan memerintahkan agar manusia bertaqwa:Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam (QS. 3:102   ), yaitu dengan cara menjadikan kehendak Allah sebagai kehendaknya, dengan  cara mengikuti petunjuk-Nya, dengan cara melaksanakan perintah-Nya dan menjaui larangan-Nya
  15. Allah memerintahkan manusia bertaqwa karena tujuan Allah menciptakan manusia untuk beribadah: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS. 51:56), yaitu dengan cara menyembah Allah, melaksanakan perintah Allah dan menjadi hamba Allah
  16. Dengan bertaqwa manusia bisa merasa satu kehendak dengan kehendak Allah, sehingga sikap dan tindakannya sesuai dengan kehendak Allah, sesuai dengan petunjuk Allah, sesauai dengan perintah Allah, dan mencerminkan kehendak Allah
  17. Dengan bertaqwa manusia juga bisa bermitra kerja dengan Yang Maha Kuasa yaitu dengan cara mengikuti petunjuk-Nya, melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya
  18. Allah menghendaki dan memerintahkan agar manusia bertaqwa, dan jika manusia bertaqwa maka Allah memberikan jalan keluar  terhadap masalah yang dihadapinya, Allah memberi rezki dari arah yang tidak disangka-sangka, Allah memudahkan urusannya, Allah menghapus kesalahan-kesalahannya, dan Allah juga melipat gandakan pahala baginya (QS. 65:2-5)
  19.  Allah menghendaki agar manusia bertawakal dan jika manusia bertawakal maka Allah mencukupkan keperluannya: “Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS.65:3)
  20. Dengan bertawakal manusia bisa merasa satu kekuatan dengan kekuatan Allah, karena memang tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan daya dan kekuatan Allah (laa haula wa laa quwwata illa billah– Sabda Rasulullah)
  21. 22.   Dengan bertawakal manusia bisa bersinergi dengan kekuatan Allah yang tidak terbatas sehingga yang berat terasa ringan, yang sulit terasa mudah, yang mustahil menjadi mungkin, dan yakin sepenuhnya harapan dan cita-cita bisa terwujud dengan kekuatan Allah yang tak terbatas.
  22. Dengan bertauhid, bertaqwa, dan bertawakal kita bisa mengetahui, mengenal, dekat, bersama, bertemu Allah dan mnjadi kekasih Allah SWT.
  23. Dengan bertauhid, bertaqwa, dan bertawakal kita bisa berada dalam Petunjuk, Pertolongan, dan Perlindungan Allah SWT.
  24. Dengan bertauhid, bertaqwa, dan bertawakal kita kita bisa kekal abadi dengan Allah, untuk Allah, dalam Allah, dan bersama Allah sebagai hamba Allah, kekasih Allah, dan khalifah-Nya, yaitu wakil Allah di muka bumi sebagai pelaksana kehendak dan perintah Allah SWT.

 

Semoga kita semua mendapatkan kekuatan dan kesanggupan serta dimudahkan Allah untuk  bisa mengetahui, mengenal, dekat, bertemu Allah dan menjadi kasih Allah agar kita bisa selalu berada dalam limpahan rahmat dan karunia yang diridhai-Nya. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin wa Yaa Mujiibas Saailiin Walamdulillaahi Rabbil ‘Aalamiin.

Jakarta, 18-4-2013

S. Hamdani

CATATAN PERHATIAN:

Informasi lebih lanjut bisa diakses melalui internet dengan alamat webs: kajianliqa’allah.webs.com

atau klik kata kunci Pusat Kajian Liqa’ Allah, atau bisa copy kumpulan brosurnya, dan mengikuti program kajiannya, email: hamniah@gmail.com/08158824119

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s