PENGALAMAN PERTEMUAN DENGAN ALLAH DAN MANFAATNYA UNTUK MERAIH SUKSES DUNIA DAN AKHIRAT

Artikel 3 Mei 2013

BISMILLAAHIRRAHMAANIRRAIIM

Pengalaman pertemuan dengan Allah itu sangat bermanfaat, terutama untuk meraih sukses dunia dan akhirat

Dalam kenyataan yang sebenarnya, manusia itu sebenarnya tidak bisa hidup tanpa pengalaman pertemuan dengan Allah melalui kekuatan-Nya, walaupun pada umumnya kebanyakan orang tidak menyadarinya

Manusia itu sebenarnya tidak bisa hidup, bergerak, dan beraktifitas tanpa kekuatan Allah, karena memang tidak ada kekuatan kecuali kekuatan Allah. Karenanya, manusia itu sebenarnya juga  tidak pernah bisa berdiri sendiri, terpisah, dan terlepas dari kekuatan Allah

Dengan kata lain, manusia itu pasti bisa merasakan dan mengalami pertemuan dengan Allah, setelah ia menyadari hubungannya dengan kekuatan Allah yang terputus akibat ketidaktahuan, kelupaan, dan ketidaksadarannya

Oleh sebab itu, keterpisahan itu sebenarnya ilusi atau khayalan karena dalam kenyataannya manusia memang tidak pernah bisa terpisah dan terlepas dari kekuatan Allah

Dengan demikian, pengalaman pertemuan dengan Allah itu bukan omong kosong dan bohong-bohongan yang tidak ada manfaatnya,  tetapi sangat bermanfaat bagi orang yang ingin meraih suksaes dalam hidupnya di dunia dan di akhirat

Melalui surat-surat yang dikirimkan Allah kepada manusia melalui Nabi Muhammad sebagai Rasul-Nya, Allah sendiri menjelaskan bahwa Allah itu dekat dengan manusia bahkan lebih dekat dari pada urat lehernya (QS. 2:186; 50:16), Allah itu selalu bersama manusia dimanapun ia berada (QS. 57:4), Allah menganjurkan agar manusia bertemu Allah (QS. 29:5), Allah menjamin kepastian manusia bisa bertemu Allah (QS. 84:6), Allah menunjukkan caranya agar manusia bisa bertemu Allah (QS. 18:110), Allah mengancam manusia yang tidak mau bertemu Allah (QS. 10:7-8; 10:11), Allah menunjukkan bahwa manusia bisa bertemu Allah di dunia ini (QS. 17:72; 22:46), dan Allah juga memerintahkan manusia agar berdoa niscaya Allah mengabulkan doa manusia (QS. 40:60).

Allah juga menjelaskan (lebih dari 60 x) bahwa kepunyaan-Nya lah segala apa yang ada di langit dan di bumi  dan di antara keduanya (QS. 2:255; 20:6; dst.). Penjelasan Allah tersebut jika dipahami sebagai kenyataan yang sebenarnya bisa menyadarkan manusia bahwa wujud yang selain Allah itu termasuk wujud manusia adalah wujud pinjaman dan wujud tergantung, dalam arti jika tidak diciptakan tidak ada. Dengan kata lain, manusia itu tidak pernah bisa berdiri sendiri saecara terpisah dan terlepas dari kekuatan Allah yang tak terbatas.

Pada umumnya kebanyakan orang belum memahami penjelasan Allah tersebut  sebagai kenyataan yang sebenarnya, dan baru memahaminya sebatas sebagai pernyataan yang sebenarnya, yaitu bahwa firman Allah itu benar dan tidak mengandung keraguan. Akibatnya, kebanyakan orang tidak merasakan kedekatan dengan Allah, tidak merasakan kebersamaan dengan Allah, tidak merasakan dan mengalami pertemuan dengan Allah, tidak mencintai Allah, dicintai Allah, dan menjadi kekasih-Nya. Bahkan ada yang beranggapan bahwa yang bisa bertemu Allah dan menjadi kekasih Allah itu hanya para Rasul, Nabi, Wali, padahal Allah sendiri menjelaskan bahwa siapa saja bisa bertemu Allah dan menjadi kekasih Allah bila manusia beriman dan selalu bertaqwa (QS. 10:62-64).

Setelah 30 tahun lebih mencari Allah, saya menemukan banyak orang yang juga mencari Allah, banyak yang berhasil, dan bahkan ada yang menuliskan kisah perjalanannya, hasil-hasil perjalanannya, dan cara untuk mencapainya. Misalnya Al-Gazali dengan kitabnya Ihya’ ‘Ulumuddin, Mi’rajus Salikin, Mihrabul ‘Arifin, Minhajul ‘Abidin; Syekh Abdul Qadir Jaelani dengan kitabnya Futuhul Ghaibi, Fathur Rabbni, Sirrul Asrar, Ghunyah al-Thalibin; Ibnu ‘Athaillah As-Sukandari dengan kitabnya Al-Hikam, Ibnu Arabi dengan kitabnya Futuhat Al-Makiyah, Fusus Hikam; Mulla Shadra dengan kitabnya Al-Asfar Al-Arba’ah; Muhammad Iqbal dengan karyanya yang termasyhur Asrar-i Khudi (Rahasia-rahasia pribadi) dan Reconstruction (Membangun kembali pemikiran agama dalam Islam) dan lain-lainnya yang jumlahnya sangat banyak sekali

Orang yang mengetahui bahwa manusia itu bisa tahu, kenal, dekat, bertemu Allah, dan menjadi kekasih Allah di dunia ini, pasti ingin mengetahui, mengenal, dekat, bertemu Allah, dan menjadi kekasih Allah di dunia ini, karena Allah itu Maha Kuasa dan Maha Penolong, dan dalam kenyataan yang sebenarnya manusia itu memang tidak bisa hidup, bergerak, dan beraktifitas tanpa kekuatan Allah dan pertolongan Allah

Lagi pula, orang yang telah mengenal Allah, bisa merasakan kedekatan dengan Allah, bertemu Allah, mencintai Allah, dicintai Allah, dan menjadi kekasih Allah pasti juga bisa merasakan dan mengalami petunjuk, pertolongan, dan perlindungan Allah

Para Rasul, para Nabi, para Wali, dan orang-orang yang telah mengalami pertemuan dengan Allah pasti bisa merasakan kedekatan dan kebersamaan dengan Allah sebagai pemberi petunjuk, penolong, dan pelindungnya sehingga hidupnya menjadi lapang, tenang, dan menyenangkan karena merasa selalu dekat dan bersama Allah yang Maha Kuasa sebagai penolong dan pelindungnya.

Itulah sebabnya, Allah memerintahkan manusia mengulang-ngulang pernyataan yang dalam sehari-semalam tidak kurang dari 17 x: “Hanya kepada Engkaulah Kami menyembah (tunduk, patuh, dan taat serta mengikuti petunjuk, melaksanakan perintah, dan menjauhi larangan-Nya), dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan” (QS. 1:5), agar manusia selalu mendapatkan pertolongan Allah dalam mengatasi dan memecahkan segala masalah yang dihadapi dalam hidupnya serta agar manusia bisa merasakan dan mengalami sendiri bahwa manusia itu sebenarnya tidak bisa hidup dan beraktifitas tanpa kekuatan dan pertolongan Allah SWT.

Perjalanan menuju Allah dan mencari Allah itu unik dan tiada duanya, semakin jauh perjalanan semakin banyak yang ditemukan, dan kita semakin menyadari bahwa yang belum kita temukan itu semakin banyak dan jumlahnya tak terbatas karena wujud Allah itu memang tidak terbatas. Sungguhpun begitu, saya yakin bahwa pengalaman yang sedikit itu pasti sangat bermanfaat bagi yang memerlukannya

Melalui program Liqa’ Allah, kami memperkenalkan cara mudah bertemu Allah agar banyak orang bisa merasakan kedekatan dengan  Allah (Qurbah), merasakan kebersamaan dengan Allah (Ma’iyah), merasakan dan mengalami pertemuan dengan Allah (Liqa’ Allah), agar kita bisa menjadi hamba Allah, kekasih Allah, dan khalifah-Nya, yaitu wakil Allah di muka bumi.

Semoga kita semua mendapatkan kekuatan dan kesanggupan serta dimudahkan Allah untuk  bisa mengetahui, mengenal, dekat, bertemu Allah dan menjadi kasih Allah agar kita bisa selalu berada dalam limpahan rahmat dan karunia yang diridhai-Nya. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin wa Yaa Mujiibas Saailiin Walamdulillaahi Rabbil ‘Aalamiin.

Jakarta, 11-5-2013

S. Hamdani

 

Alamat webs: kajianliqa’allah.webs.com atau klik kata kunci Pusat Kajian Liqa’ Allah,

atau bisa copy kumpulan brosurnya, dan mengikuti program kajiannya, email: hamniah@gmail.com/08158824119

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s