[Anisa Indrian] Shalat sebagai penegak tiang-tiang agama

Anisa Indriani/ 1112051100053/085697042910/sayanisaaa@gmail.com

Artikel 3/jurnalistik 2/B

Shalat yang dalam bahasa indonesia berarti do’a, yang kemudian diartikan sebagai ibadah yang tersusun dari beberapa perkataan dan beberapa perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, menurut beberapa syarat yang tertentu.

Dalam syariah shalat merupakan hal yang terpenting kedua setelah dua kalimat syahadat. Sebagai umat islam beriman kita wajib mengerjakan shalat lima waktu seperti apa yang telah diperintahkan oleh Allah dan diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Kerjakanlah shalat, sesungguhnya shalat itu menjauhkan perbuatan yang jahat (keji) dan yang munkar. (Q.S. Al-Ankabut/29: 45)

Orang yang senantiasa mengerjaka shalat dengan tepat waktu dan bersungguh-sungguh mengharapkan ridha-Nya maka akan selalu terpelihara dari perbuatan yang keji dan munkar, perbuatan-perbuatan yang dilaknat oleh Allah.

Shalat merupakan satu-satunya rukun islam yang diperintahkan oleh Allah SWT. kepada Nabi Muhammad SAW. melalui peristiwa Isra Mi’raj, hal itu terjadi bukan karena kebetulan  melainkan menandakan betapa pentingnya kedudukan shalat dalam agama islam.

Shalat itu adalah tiang agama (Islam), maka barangsiapa mendirikannya maka sungguh ia telah mendirikan agama; dan barangsiapa meninggalkannya, maka sungguh ia telah merubuhkan agama. (HR. Baihaqi)

Kewajiban menegakkan shalat bukan hanya kewajiban sebagian muslim, tetapi bagi semua umat muslim diseluruh dunia. Dalam hadits diatas telah jelas bahwa barang siapa yang meninggalkan shalat, maka sungguh ia telah merubuhkan agama. Orang yang tidak mengerjakan shalat kelak akan mendapatkan pembalasan yang setimpal pada hari penghitungan nanti.

Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabar kamu dalam mengerjakannya. kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami-lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (Q.S. At-Thaahaa/20: 132)

Setiap muslim memiliki kewajiban untuk saling mengingatkan kebaikan kepada keluarga, kerabat, teman, dan sebagainya, termasuk mengingatkan untuk selalu mengingat Allah dan mendirikan shalat agar terhindar dari panasnya api neraka.

Maka celakalah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dalam shalatnya. (Q.S. Al-Ma’un/107: 4-5)

Semoga dalam hidup ini, kita termasuk orang-orang yang mengukuhkan tiang-tiang agama Allah, dicintai Allah dan senantiasa dilindungi oleh-Nya. Amiin.

Tobat sebagai sarana mendekatan diri kepada Allah

 

Manusia adalah manusia yang tidak sempurna, selalu memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa dan kesalahan. Sebagai manusia yang sadar akan adanya kehidupan setelah meninggal, maka pentinglah untuk selalu meminta maaf atas segala kesalahan yang pernah dibuat atau yang disebut dengan taubat guna meningkatkan kualitas hidup di dunia maupun di akhirat.

Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan taubat nasuha, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu dan memasukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya beberapa sungai…. (Q.S. At-Tahriim/66: 8)

Orang yang senantiasa menyadari kesalahannya dan bertaubat kepada Allah, merekalah orang-orang yang beruntung, seperti apa yang difirmankan oleh Allah.

Dan bertobatlah kalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kalian beruntung. (QS. An-Nur/24: 31)

Nabi Muhammad SAW. adalah teladan bagi semua umat muslim dimana pun mereka berada. Walaupu rasulullah telah terpelihara dari perbuatan keji dan munkar, beliau tetap selalu bertaubat kepada Allah SWT.

Wahai sekalian manusia, bertobatlah kalian kepada Allah dan mohonlah ampunan-Nya. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Nya dalam sehari semalam sebanyak seratus kali. (HR. Muslim)

Alangkah baiknya apabila kita sebagai manusia biasa juga senantiasa bertaubat kepada Allah atas segala dosa yang pernah kita perbuat.

Salah satu cara mencapai kualitas hidup yang baik dunia dan akhirat diantaranya adalah dengan bertaubat atas segala dosa dan bersungguh-sungguh tidak akan mengulangi perbuatan yang tercela, dengan cara seperti itu maka dengan ridha Allah kita akan mendapatkan kemudahan dan kualitas hidup yang lebih baik.

Katakanlah : ‘Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rohmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Q.S. Az-Zumar/39: 53)

Sebesar apapun dosa yang telah diperbuat oleh seorang manusia, apabila ia menyadari dan bertaubat, selalu ada pengampunan dari Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun.

Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang jauh dari jalan-Nya dan semoga kita termasuk kedalam golongan yang selalu bertaubat karena mengharap keridhaan Allah. Amiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s