[Hilda Dziah Azqiah SM] Analisa Kritis Artikel Puncak Pengalaman Pertemuan dengan Allah

Hilda Dziah Azqiah SM/ 1112051100035

Artikel 4/ Jurnalistik 2B

 

Isi artikel ini banyak mengandung kesimpulan, diantaranya: 

Menguatkan iman dan mementapkan aqidah, diantaranya meliputi: dalam kenyataannya yang sebenarnya manusia itu tidak bias hidup, bergerak, dan beraktifitas tanpa pertolongan Allah dan tanpa kekuatan Allah yang tidak terbatas, semua orang pasti ingin mengetahui mengnal dekat dan bertemu dan menjadi kekasih Allah di dunia ini, hamba Allah adalah orang yang yang bisa menjalin hubungan pribadi dengan Allah melalui tauhid, dalam shalat yang khusuk manusia bisa merasa mengetahui dengan pengetahuan Allah, manusia bisa menghendkai dengan kehendak Allah dan dalam shalat yang khusuk manusia bisa mereasakan seluruh aktifitasnya dalam shalat, puncak pengalaman pertemuan dengan Allah tu menjadi hamba Allah, dan itu merupakan puncak pengalaman pertemuan dengan Allah yang tertinggi.

Membangkit semangat beribadah yaitu: harus ada upaya yang konstruktif terencana terprogram terusmenerus dan berkelanjutan agar manusia bisa mengetahui mengenal dekat bertemu Allah dan menjadi kekasih Allah di dunia ini, dan Allah tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku, puncak pengalaman pertemuan dengan Allah adalah menjadi hamba Allah, hanya hamba Allah yang bisa menjadi kekasih Allah dan hanya kekasih Allah yang bisa menjadi khalifah-Nya yaitu wakil Allah di muka bumi, hamba Allah adalah orang yang mengetahui dan menyadari bahwa segala yang ada di langit dan dibmui itu milik Allah, hamba Allah adalah orang yang bisa berminta kerja dengan yang Maha Kuasa melalui taqwa dan tawakal, dengan bertawakal sebagai kenyataan maka manusia merasakan satu kekuatan dengan kekuatan Allah yang tak terbatas, dalam shalat manusia bisa merasa berada di kehadirat Allah, shalat yang khusuk bisa mencegah perbuatan yang keji dan munkar.

Mendorong berta’awun dan bertausyiah yaitu: dengan bertawakal dalam kenyataan manusia bisa merasa satu kehendak dengan kehendak Allah, dengan tauhid dalam tataran kenyataan manusia bisa merasa satu pengetahuan dengan pengetahuan Allah karena segala sesuatu berasal dari Allah dan kembalinya juga kepada Allah, cara mudah  dan terbaik untuk bisa merasa satu kekuatan dengan kekuatan Allah merasa satu kehendak dengan kehendak Allah dan merasa satu pengetahuan dengan Allah adalah shalat yang khusuk, dalam sholat yang khusuk manusia berada dalam berdoa dan berada di kehadirat Allah, shalat yang khusuk adalah shalat yang dikerjakan dengan hati yang penuh perasaan, jika shalat dengan khusuk bisa mencegah manusia dari perbuatan keji dan munkar karena manusi bisa selalu merasa dekat dengan Allah.

Analisa kritis dalam artikel ini terhadap kebenaran, salah satu diantaranya yaitu bahwa hamba Allah adalah orang yang bertauhid, bertaqwa, dan bertawakal. Bukan hanya tauhid, taqwa, dan tawakal sebagai keyakinan dan pernyataan, tetapi juga tauhid, taqwa, dan bertawakal sebagai kenyataan atau sebagi ekspresi realitas yang sebenarnya. Nabi Muhammad sebagai manusia yang telah mencapai puncak pengalaman keagamaan yang paling tinggi dan paling sempurna disebut sebagai hamba Allah dan Rasul-Nya. Ini semua sangat benar karena banyak ayat Al-quran yang mengatakan ini, dan ini merupakan conbtoh nyata dalam realitas bahwa menjadi hamba Allah tidaka akan sia-sia. Dan ini juga mengandung manfaat, salahsatunya yaitu cara mudah dan terbaik untuk bisa merasa satu kekuatan dengan kekuatan Allah, merasa satu kehendak dengan kehendak Allah, dan merasa satu pengetahuan dengan pengetahuan Allah adalah shalat yang khusuk, jadi selama didunia jika kita manusia sholat, hendaklah dengan khusuk karena dapat merasa kehadirat Allah dan mencegah dari perbuatan yang keji dan munkar.

Kesimpulan yang dpat kita ambil yaitu: puncak pengalaman pertemuan dengan Allah itu menjadi hamba Allah. Itulah puncak pengalaman pertemuan dengan Allah yang tertinggi. Itulah sebabnya Nabi Muhammad sebagai manusia yang telah mencapai puncak pengalaman keagamaan yang paling tinggi dan paling sempurna disebut sebagai hamba Allah dan Rasul-Nya. Dan puncak pengalaman keagamaan yang paling tinggi yang bisa dicapai oleh manusia selain nabi dan Rasul-Nya adalah hamba dan khalifah-Nya. Dan semoga kita tetap bisa melakukan hala-hala yang baik dan bermanfaat tetapi juga menjalankan kewajiban kita sebagai hamba Allah dan selalu dapat merasa kehadirat Allah. Aamiin.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s