[Rahma Sari] PUNCAK PENGALAMAN PERTEMUAN DENGAN ALLAH ITU MENJADI HAMBA ALLAH

Nama : Rahma Sari

NIM : 1110002050033

Kelas : Jurnalistik 2B

Artikel 4

Puncak pengalaman pertemuan dengan Allah adalah menjadi hamba Allah. Hanya hamba Allah yang bisa menjadi kekasih Allah, dan hanya kekasih Allah yang bisa menjadi khalifahNya yaitu wakil Allah di muka bumi.

Hamba Allah adalah orang yang mengetahui dan menyadari bahwa segala yang ada di langit dan di bumi itu milik Allah, termasuk jiwa-raga, dan dirinya sendiri ( QS.2:225).Dalam kenyataan yang sebenarnya manusia itu tidak bisa hidup, bergerak, dan beraktifitas tanpa pertolongan Allah dan tanpa kekuatan Allah yang tidak terbatas.

Hamba Allah adalah orang yang mengetahui dan menyadari bahwa Allah itu pemilik, Penguasa, Penjaga, Pemelihara, Pembimbing, Penolong, Pelindung, dan Yang Mengurus seluruh ciptaan-Nya. Dengan demikian harus ada upaya yang konstruktif, terencana, terprogram, terus menerus, dan berkelanjutan agar manusia bisa mengetahui, mengenal, dekat, bertemu Allah, dan menjadi kekasih Allah di dunia ini.

Hamba Allah adalah orang yang bisa menjalin hubungan pribadi dengan Allah melalui tauhid. Dengan bertauhid dalam tataran  kenyataan atau sebagai kenyataan, manusia bisa merasa satu pengetahuan dengan pengetahuan Allah, karena segala sesuatu berasal dari Allah dan kembalinya juga kepada Allah (termasuk semua pengetahuan) (QS.2:156).

Cara mudah dan terbaik untuk bisa merasa satu kekuatan dengan kekuatan  Allah, merasa satu kehendak dengan kehendak Allah, dan merasa satu pengetahuan dengan pengetahuan Allah adalah shalat yang khusu. Dalam shalat yang khusu, manusia itu berada di hadirat Allah, sedang menghadap Allah, sedang menemui Allah, sedang berbicara dengan Allah, dan sedang berdoa kepada Allah. Itulah sebabnya, Rasulullah menjelaskan bahwa shalat itu “Mi’rajul mukminin”. Dalam shalat yang khusu, manusia bisa merasa mengetahui dengan pengetahuan Allah, manusia bisa merasa menghendaki dengan kehendak Allah, dan dalam shalat yang khusu manusia bisa merasakan seluruh aktivitasnya dalam shalat, yaitu seluruh gerakan dan bacaan dalam shalatnya berlangsung denga Qudrah, iradah, dan ilmu Allah/

Oleh sebab itu, jika shalat itu dikerjakan dengan khusu pasti bisa mencegah manusia dari perbuatan keji dn munkar, karena jika manusia khusu dalam sholatnya dan di luar shalatnya, maka dia pasti bisa selalu merasa dekat dengan Allah (Qurbah), pasti bisa merasa selalu bersama Allah (Ma’iyah), pasti bisa merasakan dan mengalami pertemuan dengan Allah, pasti bisa merasa mencintai Allah, dan menjadi kekasih Allah.

Dengan demikian jelaslah bahwa puncak pengalaman pertemuan dengan Allah itu menjadi hamba Allah. Itulah puncak pengalaman pertemuan dengan Allah yang tertinggi. Itulah sebabnya Nabi Muhammad sebagai manusia yang telah mencapai puncak pengalaman keagamaan yang paling tinggi dan paling sempurna disebut sebagai hamba Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan puncak pengalaman keagamaan tertinggi yang bisa dicapai oleh manusia selain Nabi dan Rasul-Nya adalah hamba dan khalifahnya.

 

One thought on “[Rahma Sari] PUNCAK PENGALAMAN PERTEMUAN DENGAN ALLAH ITU MENJADI HAMBA ALLAH

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s